Alkisah sebelum kejadian ini terjadi, awalnya setiap calon pekerja berhak memilih jumlah pertanyaan dalam wawancara (sekarang kan sudah tidak bisa memilih lagi dan mesti menjawab banyak pertanyaan). Alkisah pun berlanjut:
Mbak Waginem baru saja menerima telepon bahwa dia di minta datang ke kantor untuk wawancara kerja setelah beberapa hari yang lalu mengajukan surat lamaran kerja di tempat tersebut. Dengan sangat senang hati Mbak Waginem menyanggupi nya dan tidak lama setelah itu tibalah dia di kantor tersebut dan menemui Pak Toing orang yang me wawancarainya. Berikut ini adalah cuplikan wawancara antara Pak Toing dan Mbak Waginem.
Pak Toing: "Kami berikan pilihan kepada anda untuk memilih 30 pertanyaan gampang atau 1 pertanyaan sulit yang membutuhkan rasionalitas anda dalam menjawab, nah sekarang anda ingin pilih yang mana?."
Mbak Waginem: "(Setelah agak lama berpikir) Saya pilih untuk menjawab 1 pertanyaan sulit saja pak."
Pak Toing: "Baiklah kalau begitu, menurut anda duluan mana ayam sama telur?."
Mbak Waginem: "(Agak bingung juga menjawabnya) Eeeehm ya pastinya duluan telur ayam pak."
Pak Toing: "Ehmm mengapa anda menganggap bahwa telur ayam lebih dulu dari ayamnya?."
Mbak Waginem: "Maaf pak, tadi kan Bapak sudah berjanji hanya akan memberikan 1 pertanyaan sulit saja, jadi saya tagih janji Bapak."
Pak Toing: "(dalam hati: asem ini orang) Ehmm baiklah, selamat ya anda di terima di perusahaan kami."
Mbak Waginem pun akhirnya di terima kerja di perusahaan tersebut dan bekerja hingga akhir hayatnya.
Catatan: Cerita ini hanya karangan penulis belaka dan bukan kisah nyata. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter di dunia nyata, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan jangan di ambil hati ya hehehe.
Mbak Waginem baru saja menerima telepon bahwa dia di minta datang ke kantor untuk wawancara kerja setelah beberapa hari yang lalu mengajukan surat lamaran kerja di tempat tersebut. Dengan sangat senang hati Mbak Waginem menyanggupi nya dan tidak lama setelah itu tibalah dia di kantor tersebut dan menemui Pak Toing orang yang me wawancarainya. Berikut ini adalah cuplikan wawancara antara Pak Toing dan Mbak Waginem.
Pak Toing: "Kami berikan pilihan kepada anda untuk memilih 30 pertanyaan gampang atau 1 pertanyaan sulit yang membutuhkan rasionalitas anda dalam menjawab, nah sekarang anda ingin pilih yang mana?."
Mbak Waginem: "(Setelah agak lama berpikir) Saya pilih untuk menjawab 1 pertanyaan sulit saja pak."
Pak Toing: "Baiklah kalau begitu, menurut anda duluan mana ayam sama telur?."
Mbak Waginem: "(Agak bingung juga menjawabnya) Eeeehm ya pastinya duluan telur ayam pak."
Pak Toing: "Ehmm mengapa anda menganggap bahwa telur ayam lebih dulu dari ayamnya?."
Mbak Waginem: "Maaf pak, tadi kan Bapak sudah berjanji hanya akan memberikan 1 pertanyaan sulit saja, jadi saya tagih janji Bapak."
Pak Toing: "(dalam hati: asem ini orang) Ehmm baiklah, selamat ya anda di terima di perusahaan kami."
Mbak Waginem pun akhirnya di terima kerja di perusahaan tersebut dan bekerja hingga akhir hayatnya.
Catatan: Cerita ini hanya karangan penulis belaka dan bukan kisah nyata. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter di dunia nyata, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan jangan di ambil hati ya hehehe.
Tag :
Humor Profesi