Tiga anak SD sedang bercerita tentang kehebatan ayah nya saat bekerja saat jam istirahat sekolah berlangsung di depan banyak teman-temannya. Sebut saja 3 anak tersebut kartijo, ngatiman, dan paijo.
Kartijo: "Ayaku seorang jenderal yang hebat. Semua serdadu harus nurut dan menjalankan apa yang di perintah kan ayah ku."
"Waaah hebat-hebat...", Teman-teman kartijo pun berdecak kagum dengan kehebatan ayah kartijo yang seorang jenderal.
Ngatiman: "Ayahku adalah seorang menteri yang tidak kalah hebat. Bahkan ayah mu yang jenderal sekalipun harus nurut apa kata ayah ku. Hebat ndak tuch."
"Waaaahhh faboulus-faboulus...", teman-teman pun semakin kagum dengan kehebatan ayah ngatiman.
Tiba-tiba paijo yang dari tadi diam ikut nyeletuk mendengar ke dua temannya tadi bercerita.
Paijo: "Wah ayah kalian yang katanya jenderal dan menteri masih tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan ayah ku. Jika ayah kalian datang ke ayah ku dan ayah ku menyuruh duduk, ayah kalian harus duduk dan nurut apa kata ayah ku. Jika ayah ku bilang tundukkan kepala, maka ayah kalian yang jenderal dan menteri pun harus menundukkan kepalanya. Hebat ndak tuch."
"Waaaaaaahhh hebat sekali ayah mu jo. Very faboulus, faboulus" semua teman yang mendengar cerita paijo pun semakin kagum dengan kehebatan ayah nya.
Dengan penasaran dan merasa agak jengkel karena cerita nya di saingi oleh paijo, ngatiman pun bertanya kepada paijo, "Hebat sekali ayah mu jo, memang jabatan ayah mu apa jo ?, presiden ya, atau paling tidak pasti anggota DPR."
Paijo pun menjawab "bukan, ayah ku jabatan nya TUKANG POTONG RAMBUT."
Kartijo: "Ayaku seorang jenderal yang hebat. Semua serdadu harus nurut dan menjalankan apa yang di perintah kan ayah ku."
"Waaah hebat-hebat...", Teman-teman kartijo pun berdecak kagum dengan kehebatan ayah kartijo yang seorang jenderal.
Ngatiman: "Ayahku adalah seorang menteri yang tidak kalah hebat. Bahkan ayah mu yang jenderal sekalipun harus nurut apa kata ayah ku. Hebat ndak tuch."
"Waaaahhh faboulus-faboulus...", teman-teman pun semakin kagum dengan kehebatan ayah ngatiman.
Tiba-tiba paijo yang dari tadi diam ikut nyeletuk mendengar ke dua temannya tadi bercerita.
Paijo: "Wah ayah kalian yang katanya jenderal dan menteri masih tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan ayah ku. Jika ayah kalian datang ke ayah ku dan ayah ku menyuruh duduk, ayah kalian harus duduk dan nurut apa kata ayah ku. Jika ayah ku bilang tundukkan kepala, maka ayah kalian yang jenderal dan menteri pun harus menundukkan kepalanya. Hebat ndak tuch."
"Waaaaaaahhh hebat sekali ayah mu jo. Very faboulus, faboulus" semua teman yang mendengar cerita paijo pun semakin kagum dengan kehebatan ayah nya.
Dengan penasaran dan merasa agak jengkel karena cerita nya di saingi oleh paijo, ngatiman pun bertanya kepada paijo, "Hebat sekali ayah mu jo, memang jabatan ayah mu apa jo ?, presiden ya, atau paling tidak pasti anggota DPR."
Paijo pun menjawab "bukan, ayah ku jabatan nya TUKANG POTONG RAMBUT."
Tag :
Humor Profesi