Di sebuah daerah, terjadi konflik yang berkepanjangan, perang antara pihak pemerintah dengan pemberontak pun sering terjadi. Berikut ini dialog seorang komandan dengan prajuritnya di medan peperangan.
Komandan: "Hei kamu, kenapa kamu tidak angkat senjata mu dan mulai menembak, musuh sudah sangat dekat dengan kita tapi kamu malah menulis surat !!."
Prajurit: "Mohon ijin komandan, mungkin ini adalah surat terakhir saya buat istri di kampung."
Komandan pun mengijinkan prajurit tersebut untuk menulis surat. 2 Jam sudah tembak-menembak terjadi, pasukan komandan pun terdesak dan komandan tadi melihat prajuritnya tadi masih menulis surat. Komandan pun marah dan berkata.
Komandan: "HEI KAMU, kita sudah sangat terdesak dan kenapa kamu menulis satu surat saja lama sekali !!!."
Prajurit: "Istri saya baru belajar membaca Ndan. Kasihan nanti dia kalau saya menulis suratnya cepat. Nanti dia bisa ketinggalan membaca nya."
Komandan: "???." kemudian "Arrrrrrgh" komandan gugur di medan perang tertembak musuh.
Komandan: "Hei kamu, kenapa kamu tidak angkat senjata mu dan mulai menembak, musuh sudah sangat dekat dengan kita tapi kamu malah menulis surat !!."
Prajurit: "Mohon ijin komandan, mungkin ini adalah surat terakhir saya buat istri di kampung."
Komandan pun mengijinkan prajurit tersebut untuk menulis surat. 2 Jam sudah tembak-menembak terjadi, pasukan komandan pun terdesak dan komandan tadi melihat prajuritnya tadi masih menulis surat. Komandan pun marah dan berkata.
Komandan: "HEI KAMU, kita sudah sangat terdesak dan kenapa kamu menulis satu surat saja lama sekali !!!."
Prajurit: "Istri saya baru belajar membaca Ndan. Kasihan nanti dia kalau saya menulis suratnya cepat. Nanti dia bisa ketinggalan membaca nya."
Komandan: "???." kemudian "Arrrrrrgh" komandan gugur di medan perang tertembak musuh.
Tag :
Humor Kemiliteran