Saungmami adalah situs yang berisi tentang kumpulan cerita humor terbaru, terlucu dan asli bikin ngakak.

Mata uang saat krisis moneter

Pada saat Indonesia terkena krisis moneter tahun 1998 lalu, perekonomian Indonesia terpuruk, begitu juga dengan perekonomian keluarga Pak Jumi'in. Pak Jumi'in yang hanya kuli bangunan dan tidak bisa membaca ataupun menulis, maka seluruh keperluan keluarga Pak Jumi'in serahkan kepada istrinya Bu Rupi'ah. Walaupun sedang krismon, tetap saja Bu Rupi'ah tidak mau mengubah pola hidupnya yang suka belanja baju dan perhiasan (saat suaminya gajian).

Suatu hari Bu Rupi'ah mendadak sakit, sedangkan persediaan sembako di rumah sudah menipis, jadinya ya mau tidak mau Pak Jumi'in yang pergi berbelanja ke pasar.

Pak Jumi'in: "Pak beli telur sekilo berapa ?."

Karena kondisi di tempat Pak Jumi'in tersebut ramai pembeli, pedagang tersebut berkata.

Pedagang: "Bapak lihat aja di depan situ ada harga nya kok ?."

Pak Jumi'in: "Maaf saya tidak bisa membaca Pak."

Pedagang: "20 ribu rupiah Pak sekilo."

Pak Jumi'in: "Apa ?!? 20 ribu rupiah !!!."

Sambil agak takut pedagang berkata: "Mm..memang nya Bapak mau menawar berapa ?."

Pak Jumi'in: "Kamu ini sudah nggak waras ya ?. Istri saya kamu bilang harganya cuma sekilo telur. Kamu tahu nggak berapa uang saya yang sudah di habiskan nya setiap hari. Enak saja cuma di kasih sekilo telur."

Pedagang: "???. (dalam hati berkata nie orang mau membeli telur atau mau nukar istrinya dengan telur)."
Tag : Humor Publik
Back To Top