Alkisah seorang pemuda dari pelosok desa (sudah pelosok, terpencil lagi) bernama Tugimin mendadak menjadi orang terkaya di provinsinya karena telah menemukan harta karun di bawah tanah rumah nya. Sebagai Orang Kaya Baru (OKB nie cerita nya), Tugimin pun langsung membeli rumah mewah, mobil mewah, dan semua barang yang berbau mewah lainnya di ibukota provinsinnya tersebut.
Saat jalan-jalan dengan mobil baru di pusat kota (pakai supir pribadi tentunya, maklum orang kaya), Tugimin pun melihat restoran yang super besar di pinggir jalan dan banyak mobil-mobil mewah terparkir di depannya. Karena ingin dianggap dirinya lebih kaya dari yang lain, Tugimin pun memerintahkan supirnya untuk berhenti di restoran tersebut dan memutuskan untuk makan di sana.
Setelah masuk restoran, Tugimin memilih meja terbesar dan paling tengah, tujuannya agar semua orang bisa melihat dia dan menganggap dia paling kaya di situ. Tidak lama kemudian, seorang pelayan restoran datang menghampirinya dan memberikan daftar menu makanan pada Tugimin. Bukannya membaca daftar menu makanan, Tugimin mencoba mencari tahu apa yang dipesan oleh orang-orang kaya di sekeliling nya.
Di meja sebelah kanan Tugimin mendengar seorang berjas memesan spagheti, langsung saja Tugimin berkata pada pelayannya dengan suara di keraskan agar terdengar oleh meja lainnya.
Tugimin: "Pelayan, saya pesan 2 porsi spagheti paling istimewa dan mahal yang ada di sini !.". Pelayan restoran pun segera memenuhi pesanan Tugimin.
Setelah 2 porsi spagheti di hidangkan, Tugimin mendengar di meja sebelah kiri, seorang ibu muda memesan steik. Tugimin tidak mau kalah dan lantas memesan pada pelayan.
Tugimin: "Pelayan, saya juga mau 5 porsi steik spesial dan yang termahal disini !.". Setengah keheranan pelayan pun segera memenuhi pesanan Tugimin dan berkata dalam hati "nie orang apa genderuwo, pesan makannya banyak banget, 2 porsi spagheti tadi saja belum di makan sudah pesan 5 porsi steik."
Tidak lama berselang, 2 porsi spagheti dan 5 porsi steik telah berada di atas meja Tugimin. Bukannya memulai makan, Tugimin masih juga nguping dan mendengar orang di belakangnya pesan juice buah naga. Tugimin pun lagi-lagi tidak mau dianggap kalah kaya dengan orang tersebut, dia lantas memanggil pelayan dengan suara lantang.
Tugimin: "Pelayaan, saya mau semua jenis buah yang bisa di juice di hidangkan di meja saya". Dalam hati Tugimin "loe cuma bisa pesan 1 porsi juice buah naga, lihat gue nie, segala jenis buah yang bisa di juice gue pesan hehehe gue kan orang kaya.". Walaupun tambah heran lihat kelakuan si Tugimin, pelayan tetap memenuhi permintaannya.
Setelah agak lama kemudian, juice dari berbagai macam buah sudah berada di depan Tugimin. Masih belum juga mulai makan, Tugimin melihat dan mendengar meja di depannya yang adalah seorang bule dengan tuxedo berdasi memesan pada pelayan dalam bahasa inggris.
Si Bule: "Waiter, this time i want to ordered a latest buisness magazine please. For eat and drink later !.". Tugimin pun untuk terakhir kalinya tidak mau dianggap kalah kaya dengan si bule tadi dan ikut-ikutan memesan kepada pelayan.
Tugimin: "Pelayan, saya juga pesan semua buisness magazine termahal di restoran ini !."
Karena sudah tidak sanggup menahan rasa herannya, pelayan pun bertanya dengan suara pelan pada Tugimin.
Pelayan: "Maaf pak, kenapa anda memesan lebih banyak buisness magazine dari bule di depan ?.". Dengan suara yang terdengar oleh semua pengunjung di restoran tersebut, Tugimin berkata pada pelayan tersebut:
Tugimin: "Memangnya kenapa, walaupun saya dari desa dan tidak mengerti bahasa inggris, kamu kira saya tidak sanggup memakan semua buisness magazine seperti yang di pesan bule itu ?."
Pelayan: "???. (Dalam hati berkata dasar turunan mesin penghancur kertas. Majalah bisnis mau di makan juga)"
Saat jalan-jalan dengan mobil baru di pusat kota (pakai supir pribadi tentunya, maklum orang kaya), Tugimin pun melihat restoran yang super besar di pinggir jalan dan banyak mobil-mobil mewah terparkir di depannya. Karena ingin dianggap dirinya lebih kaya dari yang lain, Tugimin pun memerintahkan supirnya untuk berhenti di restoran tersebut dan memutuskan untuk makan di sana.
Setelah masuk restoran, Tugimin memilih meja terbesar dan paling tengah, tujuannya agar semua orang bisa melihat dia dan menganggap dia paling kaya di situ. Tidak lama kemudian, seorang pelayan restoran datang menghampirinya dan memberikan daftar menu makanan pada Tugimin. Bukannya membaca daftar menu makanan, Tugimin mencoba mencari tahu apa yang dipesan oleh orang-orang kaya di sekeliling nya.
Di meja sebelah kanan Tugimin mendengar seorang berjas memesan spagheti, langsung saja Tugimin berkata pada pelayannya dengan suara di keraskan agar terdengar oleh meja lainnya.
Tugimin: "Pelayan, saya pesan 2 porsi spagheti paling istimewa dan mahal yang ada di sini !.". Pelayan restoran pun segera memenuhi pesanan Tugimin.
Setelah 2 porsi spagheti di hidangkan, Tugimin mendengar di meja sebelah kiri, seorang ibu muda memesan steik. Tugimin tidak mau kalah dan lantas memesan pada pelayan.
Tugimin: "Pelayan, saya juga mau 5 porsi steik spesial dan yang termahal disini !.". Setengah keheranan pelayan pun segera memenuhi pesanan Tugimin dan berkata dalam hati "nie orang apa genderuwo, pesan makannya banyak banget, 2 porsi spagheti tadi saja belum di makan sudah pesan 5 porsi steik."
Tidak lama berselang, 2 porsi spagheti dan 5 porsi steik telah berada di atas meja Tugimin. Bukannya memulai makan, Tugimin masih juga nguping dan mendengar orang di belakangnya pesan juice buah naga. Tugimin pun lagi-lagi tidak mau dianggap kalah kaya dengan orang tersebut, dia lantas memanggil pelayan dengan suara lantang.
Tugimin: "Pelayaan, saya mau semua jenis buah yang bisa di juice di hidangkan di meja saya". Dalam hati Tugimin "loe cuma bisa pesan 1 porsi juice buah naga, lihat gue nie, segala jenis buah yang bisa di juice gue pesan hehehe gue kan orang kaya.". Walaupun tambah heran lihat kelakuan si Tugimin, pelayan tetap memenuhi permintaannya.
Setelah agak lama kemudian, juice dari berbagai macam buah sudah berada di depan Tugimin. Masih belum juga mulai makan, Tugimin melihat dan mendengar meja di depannya yang adalah seorang bule dengan tuxedo berdasi memesan pada pelayan dalam bahasa inggris.
Si Bule: "Waiter, this time i want to ordered a latest buisness magazine please. For eat and drink later !.". Tugimin pun untuk terakhir kalinya tidak mau dianggap kalah kaya dengan si bule tadi dan ikut-ikutan memesan kepada pelayan.
Tugimin: "Pelayan, saya juga pesan semua buisness magazine termahal di restoran ini !."
Karena sudah tidak sanggup menahan rasa herannya, pelayan pun bertanya dengan suara pelan pada Tugimin.
Pelayan: "Maaf pak, kenapa anda memesan lebih banyak buisness magazine dari bule di depan ?.". Dengan suara yang terdengar oleh semua pengunjung di restoran tersebut, Tugimin berkata pada pelayan tersebut:
Tugimin: "Memangnya kenapa, walaupun saya dari desa dan tidak mengerti bahasa inggris, kamu kira saya tidak sanggup memakan semua buisness magazine seperti yang di pesan bule itu ?."
Pelayan: "???. (Dalam hati berkata dasar turunan mesin penghancur kertas. Majalah bisnis mau di makan juga)"
Tag :
Humor Makanan