Di kisah kan Mawar, seorang gadis kecil yang taat beragama dan hidup berdua dengan ibunya di sebuah kampung. Suatu hari Ibu Mawar sakit, karena hidup serba kekurangan, ibunya pun hanya di rawat di rumah tanpa di bawa ke rumah sakit. Hal ini tentu membuat hati Mawar sangat sedih melihat kondisi ibunya. Akhirnya Mawar pun memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan yang akan di kirimkan lewat kantor pos dekat rumah nya.
Berikut ini isi surat Mawar kepada Tuhan:
Setelah menulis surat, kemudian Mawar mengirimnya lewat kantor pos di dekat rumahnya. Karena surat di tujukan kepada Tuhan, tukang pos bingung cara mengirimnya bagaimana. Tukang pos pun penasaran ingin tahu apa yang di tulis di surat tersebut. Setelah membuka dan membaca surat Mawar, tukang pos pun terenyuh hatinya. Karena dia sendiri tidak punya uang, tukang pos punya inisiatif untuk membawanya ke anggota DPRD karena anggota DPRD kan wakil rakyat.
Setelah surat sampai di tangan dan di baca ketua DPRD, ketua DPRD itu merasa kasian dan iba melihat kondisi Mawar. Dia pun memutuskan untuk menghimpun sumbangan untuk Mawar namun jumlah yang terkumpul cuma sampai 900 ribu. Ketua DPRD itu pun segera membawa uang tersebut ke Mawar yang dimasukkan ke amplop bertuliskan "Dari utusan Tuhan".
Mawar pun sangat senang menerima surat balasan yang di bawa oleh ketua DPRD tersebut walaupun jumlahnya cuma 900 ribu. Dengan hati riang Mawar menulis surat kembali kepada Tuhan dan di serahkan ke ketua DPRD tersebut.
Balasan surat Mawar kepada Tuhan:
Berikut ini isi surat Mawar kepada Tuhan:
Yang Maha Besar
Tuhan
di Tempat,
Tuhan Yang Maha Besar, dengan ini Mawar tulis sebuah surat curahan dari hati untukMU. Hati Mawar sangat sedih melihat kondisi Ibu yang sedang sakit Ya Tuhan. Mawar sangat ingin membawa ibu berobat ke dokter, namun Mawar tidak punya uang Ya Tuhan.
Mawar sudah tanyakan biaya ini ke dokter, kata dokter biaya obat Ibu sekitar 400 ribu, biaya rawat inap ibu sekitar 550 ribu belum ditambah biaya administrasi yang 50 ribu. Jadi total nya 1 juta rupiah Ya Tuhan. Mawar tidak tahu mau di cari ke mana uang sebanyak itu, sedangkan usia Mawar saja baru 8 tahun Ya Tuhan.
Ya Tuhan, Mawar hanya bisa meminta kepadaMU wahai Tuhan Yang Maha Pemberi Rizki. Tuhan, tolong kirimkan uang 1 juta rupiah untuk berobat.
Terima kasih Ya Tuhan. Mawar tunggu kiriman uang nya.
Hambamu,
Mawar.
Tuhan
di Tempat,
Tuhan Yang Maha Besar, dengan ini Mawar tulis sebuah surat curahan dari hati untukMU. Hati Mawar sangat sedih melihat kondisi Ibu yang sedang sakit Ya Tuhan. Mawar sangat ingin membawa ibu berobat ke dokter, namun Mawar tidak punya uang Ya Tuhan.
Mawar sudah tanyakan biaya ini ke dokter, kata dokter biaya obat Ibu sekitar 400 ribu, biaya rawat inap ibu sekitar 550 ribu belum ditambah biaya administrasi yang 50 ribu. Jadi total nya 1 juta rupiah Ya Tuhan. Mawar tidak tahu mau di cari ke mana uang sebanyak itu, sedangkan usia Mawar saja baru 8 tahun Ya Tuhan.
Ya Tuhan, Mawar hanya bisa meminta kepadaMU wahai Tuhan Yang Maha Pemberi Rizki. Tuhan, tolong kirimkan uang 1 juta rupiah untuk berobat.
Terima kasih Ya Tuhan. Mawar tunggu kiriman uang nya.
Hambamu,
Mawar.
Setelah menulis surat, kemudian Mawar mengirimnya lewat kantor pos di dekat rumahnya. Karena surat di tujukan kepada Tuhan, tukang pos bingung cara mengirimnya bagaimana. Tukang pos pun penasaran ingin tahu apa yang di tulis di surat tersebut. Setelah membuka dan membaca surat Mawar, tukang pos pun terenyuh hatinya. Karena dia sendiri tidak punya uang, tukang pos punya inisiatif untuk membawanya ke anggota DPRD karena anggota DPRD kan wakil rakyat.
Setelah surat sampai di tangan dan di baca ketua DPRD, ketua DPRD itu merasa kasian dan iba melihat kondisi Mawar. Dia pun memutuskan untuk menghimpun sumbangan untuk Mawar namun jumlah yang terkumpul cuma sampai 900 ribu. Ketua DPRD itu pun segera membawa uang tersebut ke Mawar yang dimasukkan ke amplop bertuliskan "Dari utusan Tuhan".
Mawar pun sangat senang menerima surat balasan yang di bawa oleh ketua DPRD tersebut walaupun jumlahnya cuma 900 ribu. Dengan hati riang Mawar menulis surat kembali kepada Tuhan dan di serahkan ke ketua DPRD tersebut.
Balasan surat Mawar kepada Tuhan:
TERIMA KASIH YA TUHAN. TAPI LAIN KALI KALAU NGIRIM UANGNYA JANGAN LEWAT ANGGOTA DPRD KARENA ANGGOTA DPRD TERKENAL SUKA KORUP UANG RAKYAT.
Tag :
Humor Keluarga