Ingin tahu cara memastikan kondisi kesehatan seseorang apakah masih hidup atau sudah koit ?, coba simak cerita lucu berikut ini. Suatu hari kartijo yang agak blo'on dan ngateman memutuskan untuk pergi berburu celeng (babi hutan) di hutan belantara kalimantan. Setibanya di tengah hutan, tiba-tiba saja si ngateman jatuh tak sadarkan diri mungkin karena kecapek an setelah berjalan jauh memasuki kawasan hutan.
Hal ini tentu saja membuat kartijo bingung bukan kepalang mengingat mereka hanya pergi berdua dan tidak ada orang lain yang bisa membantu di hutan tersebut. Untung saja di tengah kebingungan nya, kartijo teringat kalau dia membawa telepon satelite sehingga bisa dia gunakan untuk situasi darurat seperti ini. Kartijo memutuskan untuk menghubungi temannya yang bekerja sebagai tim sar di kawasan tersebut.
Kartijo : "Halo, bro ini aku kartijo, aku lagi berburu di tengah hutan bersama ngateman sohib kita, lha ini ngateman tiba-tiba saja semaput. Bisa bantu kami bro kirim helikopter untuk membawa ngateman ke rumah sakit terdekat ?. Koordinat kami bisa kamu lacak lewat telepon satelite ini bro."
Teman Sar : "Iya halo jo, ok jo koordinat kamu sudah masuk record database sini. Kami akan kirim bantuan helikopter secepat nya jo, namun sebelum itu kamu bantu kami untuk deskripsikan kondisi ngateman saat ini, apakah dia pingsan ?. bagaimana dengan nafas nya jo, apa tersengal-sengal atau tidak ?. Kamu harus pastikan apakah ngateman masih hidup atau sudah mati. Ini penting jo agar kami bisa menentukan pertolongan pertama seperti apa yang di butuhkan ngateman nantinya."
Bingung dan kalang kabut disuruh menjelaskan kondisi ngateman yang pingsan kepada temannya tim sar, kartijo berkata "Iya sebentar bro saya letakkan dulu telepon satelite ini untuk memastikan kondisi ngateman, sebentar saya kabari lagi.".
Sesaat setelah telepon diletakkan, terdengar bunyi "dor, dor, dor.". Setelah itu kartijo berkata "Halo bro, kondisi ngateman dipastikan mati dengan luka tembak di kepala, terus apa yang harus aku lakukan berikut nya ?."
Teman sar : "??!!" ikut jantungan ngerasain keblo'on an nya kartijo.
Hal ini tentu saja membuat kartijo bingung bukan kepalang mengingat mereka hanya pergi berdua dan tidak ada orang lain yang bisa membantu di hutan tersebut. Untung saja di tengah kebingungan nya, kartijo teringat kalau dia membawa telepon satelite sehingga bisa dia gunakan untuk situasi darurat seperti ini. Kartijo memutuskan untuk menghubungi temannya yang bekerja sebagai tim sar di kawasan tersebut.
Kartijo : "Halo, bro ini aku kartijo, aku lagi berburu di tengah hutan bersama ngateman sohib kita, lha ini ngateman tiba-tiba saja semaput. Bisa bantu kami bro kirim helikopter untuk membawa ngateman ke rumah sakit terdekat ?. Koordinat kami bisa kamu lacak lewat telepon satelite ini bro."
Teman Sar : "Iya halo jo, ok jo koordinat kamu sudah masuk record database sini. Kami akan kirim bantuan helikopter secepat nya jo, namun sebelum itu kamu bantu kami untuk deskripsikan kondisi ngateman saat ini, apakah dia pingsan ?. bagaimana dengan nafas nya jo, apa tersengal-sengal atau tidak ?. Kamu harus pastikan apakah ngateman masih hidup atau sudah mati. Ini penting jo agar kami bisa menentukan pertolongan pertama seperti apa yang di butuhkan ngateman nantinya."
Bingung dan kalang kabut disuruh menjelaskan kondisi ngateman yang pingsan kepada temannya tim sar, kartijo berkata "Iya sebentar bro saya letakkan dulu telepon satelite ini untuk memastikan kondisi ngateman, sebentar saya kabari lagi.".
Sesaat setelah telepon diletakkan, terdengar bunyi "dor, dor, dor.". Setelah itu kartijo berkata "Halo bro, kondisi ngateman dipastikan mati dengan luka tembak di kepala, terus apa yang harus aku lakukan berikut nya ?."
Teman sar : "??!!" ikut jantungan ngerasain keblo'on an nya kartijo.
Tag :
Humor Profesi